JUST RI

Senin, 28 Mei 2012


AKU INGIN KITA TERPISAH SAJA


Pada dasarnya, sangat sulit meyakinkan hati ini akan mimpi buruk itu.
Tapi apa boleh buat,
takdir Illahi itu terkadang terasa begitu perih Kak,
tapi indah
Awalnya sempat merasa gag sanggup, ya tapi apa boleh buat….

Kita emang gag jodoh kali ya kak….
Banyak banget rintangan soalnya….

J

Ya Illahi, jika aku dan dia adalah berjodoh, maka jadikanlah kami pasangan yang Engkau ridhai…

Tapi jika aku dan dia memang tak berjodoh, maka limpahkanlah kami pasangan terbaik….


Mungkin semua memang harus usai

Mungkin kita harus belajar pedihnya terhenti

Cukup sudah semua kepura-puraan ini
Sirnakan saja bersama masa
Biar saja ku ulang lagi mimpi itu sendiri

Terlalu munafik mencari maaf yang tak ada arti
Itu adalah pilihan, langkah kita

Yakinkan saja padaku kalau kita bisa
Tepiskan saja inginku, biar aku terbiasa sakit tanpamu

Aku terlalu mencinta
Tapi kamu tak pernah paham
Aku terlalu sakit
Tapi kamu tak pernah tau

Mungkin memang harusnya tidak usah tau

Baiknya kusimpan saja semua sendiri
Biar ia membusuk, lalu ditelan angin

Biar pedih aku menangis sendiri
Biar luka ku obat perih
Biarlah, cukup aku yang tau….





Jumat, 20 April 2012

aku mencintai prinsip cintamu

aku mencintai prinsip cintamu
aku mencintai hadirmu sebagai aktivis sejatiku
aku mencintai semua cara hidupmu

dan aku mencintaimu karena Ilahi kita

love you...
semoga semua adalah ibadah kita nanti
teruntukmu yg jauh di pulau....
dengan apa harus ku ungkap semua ini?
kata pun tak jua bisa memaknainya...


tanpa harus kamu tau...
tanpa juga harus kita sesali

mencintamu seperti memeluk rembulan
begitu indah dan jauh
bahkan sajak terindahpun tak mampu menuliskannya


cintaku,
dalam dera perih dan keagungan Illahi
aku masih percaya akan keajaiban hati

keajaiban yg tumbuh dari sebuah ketulusan
keajaiban yg cuma kita dan tuhan yg tau....


love u dear...
always

Kamis, 22 Maret 2012

CINTAKU JAUH DI PULAU

Cintaku jauh di pulau,
gadis manis, sekarang iseng sendiri

Perahu melancar, bulan memancar,
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar.
angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak 'kan sampai padanya.

Di air yang tenang, di angin mendayu,
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
"Tujukan perahu ke pangkuanku saja,"

Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh!
Perahu yang bersama 'kan merapuh!
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!

Manisku jauh di pulau,
kalau 'ku mati, dia mati iseng sendiri.

1946
chairil anwar