JUST RI

Jumat, 11 November 2011

FUNGSI KOTA DAN KAITANNYA DENGAN TRANSPORTASI

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah S.W.T., Tuhan Yang Maha Esa, pada akhirnya makalah yang penulis susun dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah GEOGRAFI TRANSPORT DAN PEMUKIMAN, yang penulis beri judul: “FUNGSI KOTA DAN KAITANNYA DENGAN TRANSPORTASI”, telah dapat diselesaikan.
Makalah ini disusun dengan mengacu pada beberapa sumber bacaan, seperti teks book, jurnal, dan akses internet. Tulisan ini sebagian besar hanyalah kutipan-kutipan dan ulasan dari beberapa sumber sebagaimana yang tercantum dalam Daftar Pustaka, dengan beberapa ulasan pribadi. Ulasan pribadi sifatnya hanyalah analisis dan sintesis dari beberapa kutipan yang berasal dari bahan bacaan.
Tulisan yang amat seederhana ini tidak akan terselesaikan tanpa adanya peran dan bantuan serta masukan  dari berbagai pihak. Oleh sebab itu, sudah semestinya penulis mengucapkan terimakasih yang tidak terhingga kepada:
1.    Dosen pembimbing Mata Kuliah Geografi Transport dan Pemukiman Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Negeri Medan
2.    Teman-teman satu angkatan pada Program Studi Pendidikan Geografi UNIMED 2010, yang selalu memberikan motivasi dan beberapa masukan-masukan dalam penyusunan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa penulisan makalah  ini jauh dari sempurna dan mungkin beberapa pandangan penulis sedikitnya belum teruji kebenarannya. Namun, harapan penulis semoga karya yang sederhana ini ada setitik manfaatnya, terutama untuk penulis pribadi dan siapa saja yang telah membaca makalah ini.   Amin ya Rabbal ‘alamin....
Medan Oktober 2011



Penulis,




DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................................ 1
DAFTAR ISI............................................................................................................... 2
BAB I - PENDAHULUAN......................................................................................... 3
A.    LATAR BELAKANG………………………………………………………       3
B.      LANDASAN TEORI....................................................................................... 4
BAB II - ISI..........................................................................................................         5
                   I.MASALAH...............................................................................................        5
                 II.LANGKAH DAN KEBIJAKAN .................................................................... 7      
              III.KECELAKAAN JALAN RAYA..................................................................... 9
              IV.UPAYA UNTUK MENGURANGI KECELAKAAN
DI JALAN RAYA............................................................................................ 9
BAB III - PENUTUP................................................................................................ 10
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................        12












BAB 1
PENDAHULUAN

A.   LATAR BELAKANG

          Seiring dengan kemajuan zaman, kegiatan transportasi juga berkembang semakin pesat dan maju. Hal ini terjadi terutama di daerah perkotaan. Karena kota sering kali dijadikan sebagai pusat kegiatan . maka kegiatan transportasi di kota lebih besar dari pada di desa, terutama di kota yang sudah besar dan maju. Selain itu, tingkat kepadatan penduduk juga mempengaruhi transportasi yang tinggi di kota. Di mana seperti yang kita tahu, tingkat kepadatan penduduk di kota lebih besar dari pada di desa.
          Namun, ada salah satu gejala yang dihadapi kota-kota besar dalam bidang transportasi dalam kota, yaitu masalah kemacetan lalu lintas. Kemacetan lalu lintas bukan saja menjadi gambaran kota-kota besar di Negara yang sedang berkembang, tetapi juga melanda kota-kota besar yang sudah maju.
          Terjadinya kemacetan lalu lintas membawa pengaruh yang tidak menguntungkan baik terhadap pengendara/penumpang,masyarakat, maupun bagi pemerintah setempat.






                                     

B.   LANDASAN TEORI

         Prof. Bintarto (1984:36) kota adalah system jaringan kehidupan manusia yang ditandai oleh strata social ekonomi yang heterogen serta corak matrialistis. Kota sebagai hasil dari peradaban lahir dari pedesaan, tetapi kota berbeda dengan pedesaan. Pedesaan sebagai “ daerah yang melindungi kota “. Kota seolah-olah mempunyai karakter tersendiri, mempunyai jiwa, organisasi, budaya, dan peradaban sendiri.
         Bergell (1955) menyebutkan bahwa fungsi kota merupakan keterkaitan antara berbagai factor seperti struktur ekonomi, sosial, lingkungan, teknologi, dan lain sebagainya. Disebutka juga bahwa fungsi, dapat ditelusuri sebagai titik awal dalam pemahaman struktur sebuah kota. Karena fungsi sebuah kota akan dipengaruhi oleh faktor demografi (seperti ukuran dan kepadatan), factor ekonomi (pendapatan dan pertumbuhan), dan lain sebagainya. Menurut Bergell, dengan memahami keterkaitan kota dengan fungsinya, maka kita dapat melihat perkembangan kota tersebut. Peranan-peranan apa yang dimainkan oleh kota tersebut dalam konstelasi yang lebih besar. Karena fungsi-fungsi sebuah kota merupakan identitas, jati diri kota yang bersangkutan.
          Transportasi adalah pemindahan manusia atau barang dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan sebuah kendaraan yang digerakkan oleh manusia atau mesin. Transportasi digunakan untuk memudahkan manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Di negara maju, mereka biasanya menggunakan kereta bawah tanah (subway) dan taksi. Penduduk disana jarang yang mempunyai kendaraan pribadi karena mereka sebagian besar menggunakan angkutan umum sebagai transportasi mereka. Transportasi sendiri dibagi 3 yaitu, transportasi darat, laut, dan udara. Transportasi udara merupakan transportasi yang membutuhkan banyak uang untuk memakainya. Selain karena memiliki teknologi yang lebih canggih, transportasi udara merupakan alat transportasi tercepat dibandingkan dengan alat transportasi lainnya. (Wikipedia.org)
BAB II
ISI
    I.  MASALAH
          Salah satu gejala yang dihadapi kota-kota besar dalam bidang transportasi dalam kota, yaitu masalah kemacetan lalu lintas.Terjadinya kemacetan lalu lintas membawa pengaruh yang tidak menguntungkan baik terhadap pengendara/penumpang, masyarakat, maupun bagi pemerintah setempat.
Beberapa faktor yang mengakibatkan kemacetan lalu lintas antara lain:
Ø  Pertumbuhan/perkembangan kota
          Banyak kota–kota besar sekarang ini dahulunya berasal dari sebuah daerah kecil di dekat aliran air atau di daerah pedalaman. Proses berkembangnya terjadi akibat banyaknya perpindahan penduduk yang terjadi (transportasi menusia) , karena daerah ini dianggap menguntungkan. Proses ini berlangsung sampai sekarang. Hal ini mengakibatkan transportasi di kota menjadi ramai dan mengalami perkembangan. Lambat laun  daya tampung jalan tidak lagi sesuai dengan arus transportasi. Maka mengakibatkan kemacetan di titik-titik penting kota.

Ø  Perkembangan kota yang tidak diikuti dengan pengaturan struktur tata guna lahan yang sesuai
Dalam hal ini, selama proses perkembangannya, kota tersebut tidak mempunyai system manajemen yang baik, sehingga terjadi ketidakteraturan tata guna lahan. Misalnya, suatu kawasan berfungsi sebagai daerah pemukiman penduduk sekaligus pusat ekonomi. Hal ini akan menyebabkan kemacetan pada waktu-waktu tertentu, Karena jalan raya akan semakin ramai difungsikan.
Ø  Ketidak seimbangan panjang jalan raya, dengan jumlah kendaraan
          Pertambahan kendaraan 10-12% pertahun, sedangkan pertambahan jalan raya hanya 2-5% pertahun. Hal ini mengakibatkan jumlah kendaraan jika dipanjangkan( dijajarkan)  akan lebih panjang dari jalan raya. Dengan tingkat perbandingan sekitar 5:1.

Ø  Banyaknya penggunaan kendaraan pribadi
Sekitar 82% kendaraan pribadi hanya dimuati oleh 1 atau 2 orang saja, padahal daya tampungnya minimal 4 orang. Hal ini tentu saja akan menambah angka kendaraan yang memakai jalan raya. Dan seperti yang dijelaskan pada point sebelumnya, jajaran kendaraan akan lebih panjang dari jalan raya.

Ø  Kualitas dan jumlah kendaraan angkutan umum yang belum memadai
Secara kualitas dan kuantitas, angkutan umum belum mampu menarik minat pamakai kendaraan pibadi untuk memakai angkutan umum. Sehingga masyarakat masih lebih memilih kendaraan pribadi ketimbang angkutan umum.

Ø  Pusat kegiatan yang berada pada satu titik
Pusat kegiatan seperti: pusat perdagangan, perkantoran, pendidikan, dan lainnya adakalanya terpusat pada satu lokasi. Akibatnya pada jam-jam tertentu (pagi dan sore hari) arus lalu lintas memuncak memadati jalan. Selain waktu berangkat dan pulang bersamaan, ruas jalan juga terbatas jumlahnya sehingga memperburuk keadaan.




Ø  Masalah parkir
          Di daerah kota, banyaknya pemilik kendaraan menimbulkan masalah parkir yang serius. Beberapa contoh masalah parkir di perkotaan:
·         Rumah-rumah di sepanjang pinggiran jalan yang tidak memiliki halaman cukup akan memilih memarkirkan kendaraannya di pinggiran jalan.
·         Tempat perbelanjaan yang tidak memiliki ruang parkir yang mencukupi, akan mamakai jalan di sekitar tempat perbelanjaan sebagai tempat parkir.
·         Banyaknya kendaraan pengangkut barang yang berhenti di pinggir jalan.


      II.   LANGKAH DAN KEBIJAKAN

    Ada beberapa langkah dan kebijakan yang ditempuh untuk mengatasi masalah kemacetan lalu lintas dan masalah-masalah lain seputar lalu lintas,antara lain:
v  Pelebaran jalan
Cara ini merupakan jalan pintas yang dapat di tempuh untuk mengatasi masalah lalu lintas dalam jangka pendek

v  Peningkatan kapasitas persimpangan
    Persimpangan merupakan tempat rawan terjadinya kemacetan, karena pada persimpangan terjadi pertemuan antara dua atau lebih arus lalu lintas. Oleh karena itu, peningkatan persimpangan dengan melakukan perbaikan geometric persimpangan yang disertai dengan penetapan cara pengendalian yang sesuai dapat meningkatkan kapasitas persimpangan.
v  Peningkatan kapasitas ruas jalan
    Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan, yaitu: dengan melakukan penertiban pengunaan daerah manfaat jalan, pengendalian kecepatan, ataupun pengendalian jenis kendaraan yang menggunakan jalan.

v  Peningkatan kapasitas jaringan
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
ü  Pembangunan jalan-jalan akses atau terobosan
ü  System jalan satu arah
ü  Kawasan lalu lintas terkendali (area traffic control / atc)

v  Peningkatan pelayanan angkutan umum
Peningkatan peayanan angkutan umum merupakan suatu upaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta meningkatkan efisiensi penggunaan prasarana.

v  Membatasi penggunaan kendaraan pribadi
    Dengan dibatasinya jumlah kendaraan pribadi, maka debit kendaraan di jalan raya akan semakin berkurang. Namun, hal ini juga harus diimbangi dengan penyediaan angkutan umum yang memadai, agar masyarakat tidak kesultan dalam bertransportasi.

v  Menetapkan daerah parkir

v  Peraturan menaikkan dan menurunkan penumpang

   III.    KECELAKAAN JALAN RAYA

    Selain kemacetan, transportasi di kota juga memiliki fenomena lain, yaitu masalah kecelakaan di jalan raya. Ada beberapa factor yang mempengaruhi keadaan tersebut, antara lain:
o   Faktor pengemudi
o   Faktor kendaraan
o   Faktor arus lalu lintas
o   Faktor jalan


IV.        UPAYA UNTUK MENGURANGI KECELAKAAN LALU LINTAS DI JALAN RAYA

*      Pembatasan kecepatan
*      Kontrol arus kendaraan
*      Pelaksanaan peraruran lalu lintas




                                                                  




BAB III
PENUTUP

1.   KESIMPULAN
Seiring dengan kemajuan zaman, kegiatan transportasi juga berkembang semakin pesat dan maju. Hal ini terjadi terutama di daerah perkotaan. Karena kota sering kali dijadikan sebagai pusat kegiatan . maka kegiatan transportasi di kota lebih besar dari pada di desa, terutama di kota yang sudah besar dan maju. Selain itu, tingkat kepadatan penduduk juga mempengaruhi transportasi yang tinggi di kota. Di mana seperti yang kita tahu, tingkat kepadatan penduduk di kota lebih besar dari pada di desa.
Beberapa faktor yang mengakibatkan kemacetan lalu lintas antara lain:
Ø  Pertumbuhan/perkembangan kota
Ø  Perkembangan kota yang tidak diikuti dengan pengaturan struktur tata guna lahan yang sesuai
Ø  Banyaknya penggunaan kendaraan pribadi
Ø  Kualitas dan jumlah kendaraan angkutan umum yang belum memadai
Ø  Pusat kegiatan yang berada pada satu titik
Ø  Masalah parkir


    Ada beberapa langkah dan kebijakan yang ditempuh untuk mengatasi masalah kemacetan lalu lintas dan masalah-masalah lain seputar lalu lintas,antara lain:
v  Pelebaran jalan
v  Peningkatan kapasitas persimpangan
v  Peningkatan kapasitas ruas jalan

v  Peningkatan kapasitas jaringan
v  Peningkatan pelayanan angkutan umum
v  Membatasi penggunaan kendaraan pribadi
v  Menetapkan daerah parker
v  Peraturan menaikkan dan menurunkan penumpang

    Selain kemacetan, transportasi di kota juga memiliki fenomena lain, yaitu masalah kecelakaan di jalan raya. Ada beberapa factor yang mempengaruhi keadaan tersebut, antara lain:
o   Faktor pengemudi
o   Faktor kendaraan
o   Faktor arus lalu lintas
o   Faktor jalan

    Beberapa upaya untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di jalan raya:
*      Pembatasan kecepatan
*      Kontrol arus kendaraan
*      Pelaksanaan peraruran lalu lintas








DAFTAR PUSTAKA

§  http://.An Economic and Social History of Medieval Europe.com/2006-surabyay
§  http://adipatirahmat.wordpress.com/2011/01/13/peran-dan-fungsi- kota-pantai-jakarta
§  buku diktat Geografi Transport karangan Mbina Pinem,UNIMED,2011

Tidak ada komentar: