JUST RI

Jumat, 11 November 2011

FUNGSI KOTA DAN KAITANNYA DENGAN TRANSPORTASI

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah S.W.T., Tuhan Yang Maha Esa, pada akhirnya makalah yang penulis susun dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah GEOGRAFI TRANSPORT DAN PEMUKIMAN, yang penulis beri judul: “FUNGSI KOTA DAN KAITANNYA DENGAN TRANSPORTASI”, telah dapat diselesaikan.
Makalah ini disusun dengan mengacu pada beberapa sumber bacaan, seperti teks book, jurnal, dan akses internet. Tulisan ini sebagian besar hanyalah kutipan-kutipan dan ulasan dari beberapa sumber sebagaimana yang tercantum dalam Daftar Pustaka, dengan beberapa ulasan pribadi. Ulasan pribadi sifatnya hanyalah analisis dan sintesis dari beberapa kutipan yang berasal dari bahan bacaan.
Tulisan yang amat seederhana ini tidak akan terselesaikan tanpa adanya peran dan bantuan serta masukan  dari berbagai pihak. Oleh sebab itu, sudah semestinya penulis mengucapkan terimakasih yang tidak terhingga kepada:
1.    Dosen pembimbing Mata Kuliah Geografi Transport dan Pemukiman Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Negeri Medan
2.    Teman-teman satu angkatan pada Program Studi Pendidikan Geografi UNIMED 2010, yang selalu memberikan motivasi dan beberapa masukan-masukan dalam penyusunan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa penulisan makalah  ini jauh dari sempurna dan mungkin beberapa pandangan penulis sedikitnya belum teruji kebenarannya. Namun, harapan penulis semoga karya yang sederhana ini ada setitik manfaatnya, terutama untuk penulis pribadi dan siapa saja yang telah membaca makalah ini.   Amin ya Rabbal ‘alamin....
Medan Oktober 2011



Penulis,




DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................................ 1
DAFTAR ISI............................................................................................................... 2
BAB I - PENDAHULUAN......................................................................................... 3
A.    LATAR BELAKANG………………………………………………………       3
B.      LANDASAN TEORI....................................................................................... 4
BAB II - ISI..........................................................................................................         5
                   I.MASALAH...............................................................................................        5
                 II.LANGKAH DAN KEBIJAKAN .................................................................... 7      
              III.KECELAKAAN JALAN RAYA..................................................................... 9
              IV.UPAYA UNTUK MENGURANGI KECELAKAAN
DI JALAN RAYA............................................................................................ 9
BAB III - PENUTUP................................................................................................ 10
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................        12












BAB 1
PENDAHULUAN

A.   LATAR BELAKANG

          Seiring dengan kemajuan zaman, kegiatan transportasi juga berkembang semakin pesat dan maju. Hal ini terjadi terutama di daerah perkotaan. Karena kota sering kali dijadikan sebagai pusat kegiatan . maka kegiatan transportasi di kota lebih besar dari pada di desa, terutama di kota yang sudah besar dan maju. Selain itu, tingkat kepadatan penduduk juga mempengaruhi transportasi yang tinggi di kota. Di mana seperti yang kita tahu, tingkat kepadatan penduduk di kota lebih besar dari pada di desa.
          Namun, ada salah satu gejala yang dihadapi kota-kota besar dalam bidang transportasi dalam kota, yaitu masalah kemacetan lalu lintas. Kemacetan lalu lintas bukan saja menjadi gambaran kota-kota besar di Negara yang sedang berkembang, tetapi juga melanda kota-kota besar yang sudah maju.
          Terjadinya kemacetan lalu lintas membawa pengaruh yang tidak menguntungkan baik terhadap pengendara/penumpang,masyarakat, maupun bagi pemerintah setempat.






                                     

B.   LANDASAN TEORI

         Prof. Bintarto (1984:36) kota adalah system jaringan kehidupan manusia yang ditandai oleh strata social ekonomi yang heterogen serta corak matrialistis. Kota sebagai hasil dari peradaban lahir dari pedesaan, tetapi kota berbeda dengan pedesaan. Pedesaan sebagai “ daerah yang melindungi kota “. Kota seolah-olah mempunyai karakter tersendiri, mempunyai jiwa, organisasi, budaya, dan peradaban sendiri.
         Bergell (1955) menyebutkan bahwa fungsi kota merupakan keterkaitan antara berbagai factor seperti struktur ekonomi, sosial, lingkungan, teknologi, dan lain sebagainya. Disebutka juga bahwa fungsi, dapat ditelusuri sebagai titik awal dalam pemahaman struktur sebuah kota. Karena fungsi sebuah kota akan dipengaruhi oleh faktor demografi (seperti ukuran dan kepadatan), factor ekonomi (pendapatan dan pertumbuhan), dan lain sebagainya. Menurut Bergell, dengan memahami keterkaitan kota dengan fungsinya, maka kita dapat melihat perkembangan kota tersebut. Peranan-peranan apa yang dimainkan oleh kota tersebut dalam konstelasi yang lebih besar. Karena fungsi-fungsi sebuah kota merupakan identitas, jati diri kota yang bersangkutan.
          Transportasi adalah pemindahan manusia atau barang dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan sebuah kendaraan yang digerakkan oleh manusia atau mesin. Transportasi digunakan untuk memudahkan manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Di negara maju, mereka biasanya menggunakan kereta bawah tanah (subway) dan taksi. Penduduk disana jarang yang mempunyai kendaraan pribadi karena mereka sebagian besar menggunakan angkutan umum sebagai transportasi mereka. Transportasi sendiri dibagi 3 yaitu, transportasi darat, laut, dan udara. Transportasi udara merupakan transportasi yang membutuhkan banyak uang untuk memakainya. Selain karena memiliki teknologi yang lebih canggih, transportasi udara merupakan alat transportasi tercepat dibandingkan dengan alat transportasi lainnya. (Wikipedia.org)
BAB II
ISI
    I.  MASALAH
          Salah satu gejala yang dihadapi kota-kota besar dalam bidang transportasi dalam kota, yaitu masalah kemacetan lalu lintas.Terjadinya kemacetan lalu lintas membawa pengaruh yang tidak menguntungkan baik terhadap pengendara/penumpang, masyarakat, maupun bagi pemerintah setempat.
Beberapa faktor yang mengakibatkan kemacetan lalu lintas antara lain:
Ø  Pertumbuhan/perkembangan kota
          Banyak kota–kota besar sekarang ini dahulunya berasal dari sebuah daerah kecil di dekat aliran air atau di daerah pedalaman. Proses berkembangnya terjadi akibat banyaknya perpindahan penduduk yang terjadi (transportasi menusia) , karena daerah ini dianggap menguntungkan. Proses ini berlangsung sampai sekarang. Hal ini mengakibatkan transportasi di kota menjadi ramai dan mengalami perkembangan. Lambat laun  daya tampung jalan tidak lagi sesuai dengan arus transportasi. Maka mengakibatkan kemacetan di titik-titik penting kota.

Ø  Perkembangan kota yang tidak diikuti dengan pengaturan struktur tata guna lahan yang sesuai
Dalam hal ini, selama proses perkembangannya, kota tersebut tidak mempunyai system manajemen yang baik, sehingga terjadi ketidakteraturan tata guna lahan. Misalnya, suatu kawasan berfungsi sebagai daerah pemukiman penduduk sekaligus pusat ekonomi. Hal ini akan menyebabkan kemacetan pada waktu-waktu tertentu, Karena jalan raya akan semakin ramai difungsikan.
Ø  Ketidak seimbangan panjang jalan raya, dengan jumlah kendaraan
          Pertambahan kendaraan 10-12% pertahun, sedangkan pertambahan jalan raya hanya 2-5% pertahun. Hal ini mengakibatkan jumlah kendaraan jika dipanjangkan( dijajarkan)  akan lebih panjang dari jalan raya. Dengan tingkat perbandingan sekitar 5:1.

Ø  Banyaknya penggunaan kendaraan pribadi
Sekitar 82% kendaraan pribadi hanya dimuati oleh 1 atau 2 orang saja, padahal daya tampungnya minimal 4 orang. Hal ini tentu saja akan menambah angka kendaraan yang memakai jalan raya. Dan seperti yang dijelaskan pada point sebelumnya, jajaran kendaraan akan lebih panjang dari jalan raya.

Ø  Kualitas dan jumlah kendaraan angkutan umum yang belum memadai
Secara kualitas dan kuantitas, angkutan umum belum mampu menarik minat pamakai kendaraan pibadi untuk memakai angkutan umum. Sehingga masyarakat masih lebih memilih kendaraan pribadi ketimbang angkutan umum.

Ø  Pusat kegiatan yang berada pada satu titik
Pusat kegiatan seperti: pusat perdagangan, perkantoran, pendidikan, dan lainnya adakalanya terpusat pada satu lokasi. Akibatnya pada jam-jam tertentu (pagi dan sore hari) arus lalu lintas memuncak memadati jalan. Selain waktu berangkat dan pulang bersamaan, ruas jalan juga terbatas jumlahnya sehingga memperburuk keadaan.




Ø  Masalah parkir
          Di daerah kota, banyaknya pemilik kendaraan menimbulkan masalah parkir yang serius. Beberapa contoh masalah parkir di perkotaan:
·         Rumah-rumah di sepanjang pinggiran jalan yang tidak memiliki halaman cukup akan memilih memarkirkan kendaraannya di pinggiran jalan.
·         Tempat perbelanjaan yang tidak memiliki ruang parkir yang mencukupi, akan mamakai jalan di sekitar tempat perbelanjaan sebagai tempat parkir.
·         Banyaknya kendaraan pengangkut barang yang berhenti di pinggir jalan.


      II.   LANGKAH DAN KEBIJAKAN

    Ada beberapa langkah dan kebijakan yang ditempuh untuk mengatasi masalah kemacetan lalu lintas dan masalah-masalah lain seputar lalu lintas,antara lain:
v  Pelebaran jalan
Cara ini merupakan jalan pintas yang dapat di tempuh untuk mengatasi masalah lalu lintas dalam jangka pendek

v  Peningkatan kapasitas persimpangan
    Persimpangan merupakan tempat rawan terjadinya kemacetan, karena pada persimpangan terjadi pertemuan antara dua atau lebih arus lalu lintas. Oleh karena itu, peningkatan persimpangan dengan melakukan perbaikan geometric persimpangan yang disertai dengan penetapan cara pengendalian yang sesuai dapat meningkatkan kapasitas persimpangan.
v  Peningkatan kapasitas ruas jalan
    Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan, yaitu: dengan melakukan penertiban pengunaan daerah manfaat jalan, pengendalian kecepatan, ataupun pengendalian jenis kendaraan yang menggunakan jalan.

v  Peningkatan kapasitas jaringan
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
ü  Pembangunan jalan-jalan akses atau terobosan
ü  System jalan satu arah
ü  Kawasan lalu lintas terkendali (area traffic control / atc)

v  Peningkatan pelayanan angkutan umum
Peningkatan peayanan angkutan umum merupakan suatu upaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta meningkatkan efisiensi penggunaan prasarana.

v  Membatasi penggunaan kendaraan pribadi
    Dengan dibatasinya jumlah kendaraan pribadi, maka debit kendaraan di jalan raya akan semakin berkurang. Namun, hal ini juga harus diimbangi dengan penyediaan angkutan umum yang memadai, agar masyarakat tidak kesultan dalam bertransportasi.

v  Menetapkan daerah parkir

v  Peraturan menaikkan dan menurunkan penumpang

   III.    KECELAKAAN JALAN RAYA

    Selain kemacetan, transportasi di kota juga memiliki fenomena lain, yaitu masalah kecelakaan di jalan raya. Ada beberapa factor yang mempengaruhi keadaan tersebut, antara lain:
o   Faktor pengemudi
o   Faktor kendaraan
o   Faktor arus lalu lintas
o   Faktor jalan


IV.        UPAYA UNTUK MENGURANGI KECELAKAAN LALU LINTAS DI JALAN RAYA

*      Pembatasan kecepatan
*      Kontrol arus kendaraan
*      Pelaksanaan peraruran lalu lintas




                                                                  




BAB III
PENUTUP

1.   KESIMPULAN
Seiring dengan kemajuan zaman, kegiatan transportasi juga berkembang semakin pesat dan maju. Hal ini terjadi terutama di daerah perkotaan. Karena kota sering kali dijadikan sebagai pusat kegiatan . maka kegiatan transportasi di kota lebih besar dari pada di desa, terutama di kota yang sudah besar dan maju. Selain itu, tingkat kepadatan penduduk juga mempengaruhi transportasi yang tinggi di kota. Di mana seperti yang kita tahu, tingkat kepadatan penduduk di kota lebih besar dari pada di desa.
Beberapa faktor yang mengakibatkan kemacetan lalu lintas antara lain:
Ø  Pertumbuhan/perkembangan kota
Ø  Perkembangan kota yang tidak diikuti dengan pengaturan struktur tata guna lahan yang sesuai
Ø  Banyaknya penggunaan kendaraan pribadi
Ø  Kualitas dan jumlah kendaraan angkutan umum yang belum memadai
Ø  Pusat kegiatan yang berada pada satu titik
Ø  Masalah parkir


    Ada beberapa langkah dan kebijakan yang ditempuh untuk mengatasi masalah kemacetan lalu lintas dan masalah-masalah lain seputar lalu lintas,antara lain:
v  Pelebaran jalan
v  Peningkatan kapasitas persimpangan
v  Peningkatan kapasitas ruas jalan

v  Peningkatan kapasitas jaringan
v  Peningkatan pelayanan angkutan umum
v  Membatasi penggunaan kendaraan pribadi
v  Menetapkan daerah parker
v  Peraturan menaikkan dan menurunkan penumpang

    Selain kemacetan, transportasi di kota juga memiliki fenomena lain, yaitu masalah kecelakaan di jalan raya. Ada beberapa factor yang mempengaruhi keadaan tersebut, antara lain:
o   Faktor pengemudi
o   Faktor kendaraan
o   Faktor arus lalu lintas
o   Faktor jalan

    Beberapa upaya untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di jalan raya:
*      Pembatasan kecepatan
*      Kontrol arus kendaraan
*      Pelaksanaan peraruran lalu lintas








DAFTAR PUSTAKA

§  http://.An Economic and Social History of Medieval Europe.com/2006-surabyay
§  http://adipatirahmat.wordpress.com/2011/01/13/peran-dan-fungsi- kota-pantai-jakarta
§  buku diktat Geografi Transport karangan Mbina Pinem,UNIMED,2011

Kamis, 10 November 2011

MENJADI YANG PERNAH ADA










terima kasih untuk sesuatu yang begitu indah....
Untuk sesuatu yang mampu memberikan pelajaran kedewasaan diri....
Untuk sesuatu yang mengajarkan aku arti dari sebuah pengorbanan
Untuk sesuatu yang mampu mengajarkan aku akan arti dari ketakwaan....

Semoga segala yang baik akan membuahkan hasil yang baik pula. ...

Rabu, 02 November 2011

ANTARA TUGAS DAN KOPI ABC MOCCA

Minggu ini adalah minggu yang paling menjenuhkan. Bayangin aja, sepanjang minggu ini tugas-tugas kampus pada numpuk semua. Hadeuuuuuuuhhhhhhhhh,,,,,,,,, bener-bener bikin kepala mau pecah, karena setiap waktu “ harus” dihabiskan untuk urusan kampus.
Tapi aku harus tetap semangat!!! Karena aku yakin, dengan niat yang baik akan menuai hasil yang baik juga. Yaaaaaaa,,,, walaupun ku akui teramat sangat berat,tapi aku dapat melewatinya. 
Buat aku tidur larut malem (yang dulu terasa begitu menyiksa) sekarang bisa di jadiin hal yang seru, karena ditemani  oleh secangkir KOPI ABC MOCCA. Aroma dan rasanya yang lain dari pada yang lain membuat mata yang terkantuk dan otak yang panas menjadi fresh kembali. Mmmmmm……. Jadi kangen nih sama rasaya yang pas banget di lidah orang Indonesia…..

Senin, 24 Oktober 2011

DAN LAGI...

#lirik lagu lila band#



Dan lagi terjadi peristiwa terperih
Yang selalu kau beri
Seakan tak berarti untuk kesekian kalinya
Ku tak bisa berbuat apa lagi
Haruskah kita berakhir cukup sampai di sini
Meski hati berkata tak mampu
Tak ingin terlambat menyudahi keadaan ini
Mungkin ini jalan kita
Dan lagi terjadi peristiwa terperih
Yang selalu kau beri
Seakan aku tak berarti untuk kesekian kalinya
Ku tak bisa berbuat apa lagi ooh

Haruskah kita berakhir cukup sampai di sini
Meski hati berkata tak mampu
Tak ingin terlambat menyudahi keadaan ini
Mungkin ini jalan kita
Haruskah kita berakhir cukup sampai di sini
Meski hati berkata tak mampu
Tak ingin terlambat menyudahi keadaan ini
Mungkin ini jalan kita
Haruskah kita berakhir cukup sampai di sini
Meski hati berkata tak mampu
Tak ingin terlambat menyudahi keadaan ini
Mungkin ini jalan kita
Dan lagi terjadi peristiwa terperih
Yang selalu kau beri

ANAK INDIGO

Anak indigo atau anak nila (Bahasa Inggris: Indigo Children) adalah konsep Zaman Baru anak-anak yang memiliki karakteristik berbeda dari anak-anak seusianya. Anak ini memiliki sifat yang unik untuk membedakan generasinya dengan generasi sebelumnya. Istilah indigo atau indira) ini menunjukkan warna aura dalam warna kehidupan mereka. Indigo sendiri juga terkait dengan indra keenam yang terletak pada cakra mata ketiga yang menggambarkan intuisi dan kekuatan batin yang luar biasa tajam yang melebihi kemampuan orang kebanyakan. Kebanyakan dari mereka memiliki kelebihan dengan bakat yang luar biasa atau secara akademik mempunyai prestasi. Anak indigo juga mampu menunjukkan empati yang sangat dalam dan mudah merasa iba serta tampak bijaksana untuk anak seusianya.
Anak indigo yang lahir di dunia ini juga mempunyai pelbagai misi. Kebanyakan dari mereka merupakan pengkritik suatu rencana yang salah. Mereka bertugas meluruskan ketidakbenaran dan ketidaksamaan yang ada di sekelilingnya. Hal ini ditunjukkan dengan perilaku mereka yang tidak patuh dan kesulitan dalam menjalankan dengan sistem yang ada, misalnya saja penolakan dan sikap kaku terhadap sistem pendidikan yang ada.
Anak indigo juga sering menunjukkan perilaku memberontak terhadap suatu pemerintahan, tidak patuh terhadap aturan atau adat, kesulitan dalam mengelola emosinya dan sangat peka. Tidak jarang pula anak menunjukkan sikap yang sangat dingin dan tidak mempunyai perasaan. Terkadang beberapa orang akan mencap anak dengan indikasi gangguan ADD (attention deficit disorder). Bentuk perilaku tersebut kadang-kadang menyebabkan kesulitan bagi anak-anak ini dalam melewati masa anak-anak, bahkan dalam melewati masa remaja (Chapman. 2006).
Menjadi indigo tidaklah mudah, tapi hal itu merupakan suatu tugas yang harus dijalankan. Anak indigo merupakan salah satu orang yang hadir dan membawa hal yang baru terhadap suatu kemajuan di bumi ini.

Ciri-Ciri

Berikut ini merupakan ciri khas anak indigo:
  1. Memiliki keinginan yang kuat, berdedikasi dengan melakukan apa yang ada di pikirannya daripada mematuhi kehendak orang tua
  2. Bijaksana dan mempunyai tahap kesadaran dan kebersamaan yang melebihi pengalamannya;
  3. Secara emosi, mereka boleh dengan mudahnya bereaksi sehingga tidak jarang mereka memiliki permasalahan dengan kecemasan, depresi atau bahkan stress;
  4. Kreatif dalam berpikir dengan menggunakan otak kanan namun tetap harus berusaha belajar dengan menggunakan otak kiri terutama pada sistem di sekolah;
  5. Anak indigo sering didiagnosis mengalami ADD ataupun ADHD saat mereka menunjukkan perilaku impulsive (otak mereka memproses informasi lebih cepat) dan mereka harus tetap bergerak agar selalu fokus
  6. Anak indigo sangatlah peka dan dapat melihat, mendengar atau mengetahui sesuatu hal yang tidak dimiliki orang-orang kebanyakan;
  7. Anak indigo belajar secara visual dan kinestetik, mereka boleh mengingat apa yang terekam dalam otaknya dan menciptakannya dengan tangannya sendiri;
  8. Apabila keinginan anak tidak terpenuhi, maka anak merasa kesulitan dan menjadi self centered. Walaupun hal ini bukanlah sifat sebenarnya;
  9. Anak indigo mempunyai potensi dan bakat yang luar biasa, namun dapat hilang begitu saja jika tidak sesuai dengan bentuk perawatannya.
Dalam menangani anak indigo ini yang perlu diperhatikan adalah bahawa mereka memiliki kesulitan dalam menahan emosinya. Pada beberapa anak hal ini disebabkan karena permasalahan kecemasan, kemungkinan perilaku obsesif kompulsif atau kepanikan yang berlebih (panic attack). Penyebab lain muncul karena mereka berusaha keras untuk belajar dan memahami cara yang masih tradisional ataupun kebiasaan rutin. Sehingga tidak jarang bagi mereka akan memiliki harga diri yang rendah dan mudah menyerah dalam mengerjakan yang diberikan (pekerjaan sekolah misalnya). Terkadang beberapa anak indigo menunjukkan reaksi kemarahan, depresi, bahkan menyakiti diri sendiri yang berlebih yang tidak dapat dijelaskan secara logis bahkan menakutkan bagi orang tuanya.
Anak indigo memiliki getaran tenaga yang tinggi dengan pola yang menetap, yang kemudian ditunjukkan dengan aura warna indigo pada tubuhnya. Getaran tertinggi ini mencipta perbedaan terhadap fungsi tubuh dan otak pada anak indigo. Kebanyakan dari mereka berpikir dengan menggunakan otak kanan. Saat stress anak kemudian mengembangkan pengaturan dalam otak, yang paling bahaya di kalangan pemikiran logis dan proses berpikir secara rasional, sehingga muncul reaksi emosional yang berlebih. Ada pula anak yang menunjukkan dengan perilaku marah, kesedihan atau ketakutan yang mendalam bahkan kecemasan yang berlebih.
Memahami tenaga asas dan mampu mengamati keadaan tenaga pada saat anak indigo sedang tidak stabil sangatlah membutuhkan orang tuanya atau terapis, terutama saat bekerja sama dengan anak ini. Diperlukan adanya pemahaman dasar mengenai tenaga dengan mengajarkan pada mereka cara melindungi diri. Hal lain yang tidak kalah penting yaitu dengan mengajar anak indigo dan orang tuanya terhadap teknik dalam menyeimbangkan tenaga dan cara untuk mengurangi tahap stress pada anak, sehingga anak tidak terpengaruh pada tenaga yang negatif.

kharina_clara

kharina_clara

1.Krakatau

Krakatau
Krakatoa (bahasa Inggris)

Gunung Krakatau pada lukisan abad ke-19.
            Krakatau adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra. Nama ini pernah disematkan pada satu puncak gunung berapi di sana (Gunung Krakatau) yang sirna karena letusannya sendiri pada tanggal 26-27 Agustus 1883. Letusan itu sangat dahsyat; awan panas dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa. Sampai sebelum tanggal 26 Desember 2004, tsunami ini adalah yang terdahsyat di kawasan Samudera Hindia. Suara letusan itu terdengar sampai di Alice Springs, Australia dan Pulau Rodrigues dekat Afrika, 4.653 kilometer. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali bom atom yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II.

            Letusan Krakatau menyebabkan perubahan iklim global. Dunia sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer. Matahari bersinar redup sampai setahun berikutnya. Hamburan debu tampak di langit Norwegia hingga New York.
            Ledakan Krakatau ini sebenarnya masih kalah dibandingkan dengan letusan Gunung Toba dan Gunung Tambora di Indonesia, Gunung Tanpo di Selandia Baru dan Gunung Katmal di Alaska. Namun gunung-gunung tersebut meletus jauh di masa populasi manusia masih sangat sedikit. Sementara ketika Gunung Krakatau meletus, populasi manusia sudah cukup padat, sains dan teknologi telah berkembang, telegraf sudah ditemukan, dan kabel bawah laut sudah dipasang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa saat itu teknologi informasi sedang tumbuh dan berkembang pesat.
            Tercatat bahwa letusan Gunung Krakatau adalah bencana besar pertama di dunia setelah penemuan telegraf bawah laut. Kemajuan tersebut, sayangnya belum diimbangi dengan kemajuan di bidang geologi. Para ahli geologi saat itu bahkan belum mampu memberikan penjelasan mengenai letusan tersebut.

 

 

2.  Perkembangan Gunung Krakatau

 

·        Gunung Krakatau Purba

Melihat kawasan Gunung Krakatau di Selat Sunda, para ahli memperkirakan bahwa pada masa purba terdapat gunung yang sangat besar di Selat Sunda yang akhirnya meletus dahsyat yang menyisakan sebuah kaldera (kawah besar) yang disebut Gunung Krakatau Purba, yang merupakan induk dari Gunung Krakatau yang meletus pada 1883. Gunung ini disusun dari bebatuan andesitik.
Catatan mengenai letusan Krakatau Purba yang diambil dari sebuah teks Jawa Kuno yang berjudul Pustaka Raja Parwa yang diperkirakan berasal dari tahun 416 Masehi. Isinya antara lain menyatakan:
Ada suara guntur yang menggelegar berasal dari Gunung Batuwara. Ada pula goncangan bumi yang menakutkan, kegelapan total, petir dan kilat. Kemudian datanglah badai angin dan hujan yang mengerikan dan seluruh badai menggelapkan seluruh dunia. Sebuah banjir besar datang dari Gunung Batuwara dan mengalir ke timur menuju Gunung Kamula.... Ketika air menenggelamkannya, pulau Jawa terpisah menjadi dua, menciptakan pulau Sumatera
Krakatoa evolution map-fr.gif

            Pakar geologi Berend George Escher dan beberapa ahli lainnya berpendapat bahwa kejadian alam yang diceritakan berasal dari Gunung Krakatau Purba, yang dalam teks tersebut disebut Gunung Batuwara. Menurut buku Pustaka Raja Parwa tersebut, tinggi Krakatau Purba ini mencapai 2.000 meter di atas permukaan laut, dan lingkaran pantainya mencapai 11 kilometer.
            Akibat ledakan yang hebat itu, tiga perempat tubuh Krakatau Purba hancur menyisakan kaldera (kawah besar) di Selat Sunda. Sisi-sisi atau tepi kawahnya dikenal sebagai Pulau Rakata, Pulau Panjang dan Pulau Sertung, dalam catatan lain disebut sebagai Pulau Rakata, Pulau Rakata Kecil dan Pulau Sertung. Letusan gunung ini disinyalir bertanggung- jawab atas terjadinya abad kegelapan di muka bumi. Penyakit sampar bubonic terjadi karena temperatur mendingin. Sampar ini secara signifikan mengurangi jumlah penduduk di muka bumi.
Letusan ini juga dianggap turut andil atas berakhirnya masa kejayaan Persia purba, transmutasi Kerajaan Romawi ke Kerajaan Byzantium, berakhirnya peradaban Arabia Selatan, punahnya kota besar Maya, Tikal dan jatuhnya peradaban Nazca di Amerika Selatan yang penuh teka-teki. Ledakan Krakatau Purba diperkirakan berlangsung selama 10 hari dengan perkiraan kecepatan muntahan massa mencapai 1 juta ton per detik. Ledakan tersebut telah membentuk perisai atmosfer setebal 20-150 meter, menurunkan temperatur sebesar 5-10 derajat selama 10-20 tahun.



·        Munculnya Gunung Krakatau


Perkembangan Gunung Krakatau
            Pulau Rakata, yang merupakan satu dari tiga pulau sisa Gunung Krakatau Purba kemudian tumbuh sesuai dengan dorongan vulkanik dari dalam perut bumi yang dikenal sebagai Gunung Krakatau (atau Gunung Rakata) yang terbuat dari batuan basaltik. Kemudian, dua gunung api muncul dari tengah kawah, bernama Gunung Danan dan Gunung Perbuwatan yang kemudian menyatu dengan Gunung Rakata yang muncul terlebih dahulu. Persatuan ketiga gunung api inilah yang disebut Gunung Krakatau.
            Gunung Krakatau pernah meletus pada tahun 1680 menghasilkan lava andesitik asam. Lalu pada tahun 1880, Gunung Perbuwatan aktif mengeluarkan lava meskipun tidak meletus. Setelah masa itu, tidak ada lagi aktivitas vulkanis di Krakatau hingga 20 Mei 1883. Pada hari itu, setelah 200 tahun tertidur, terjadi ledakan kecil pada Gunung Krakatau. Itulah tanda-tanda awal bakal terjadinya letusan dahsyat di Selat Sunda. Ledakan kecil ini kemudian disusul dengan letusan-letusan kecil yang puncaknya terjadi pada 26-27 Agustus 1883.





·        Erupsi 1883


Sebuah litografi yang dibuat pada tahun 1888 yang menggambarkan Gunung Krakatau pada kejadian Erupsi 1883.
            Pada hari Senin, 27 Agustus 1883, tepat jam 10.20, meledaklah gunung itu. Menurut Simon Winchester, ahli geologi lulusan Universitas Oxford Inggris yang juga penulis National Geographic mengatakan bahwa ledakan itu adalah yang paling besar, suara paling keras dan peristiwa vulkanik yang paling meluluhlantakkan dalam sejarah manusia modern. Suara letusannya terdengar sampai 4.600 km dari pusat letusan dan bahkan dapat didengar oleh 1/8 penduduk bumi saat itu.
            Menurut para peneliti di University of North Dakota, ledakan Krakatau bersama ledakan Tambora (1815) mencatatkan nilai Volcanic Explosivity Index (VEI) terbesar dalam sejarah modern. The Guiness Book of Records mencatat ledakan Anak Krakatau sebagai ledakan yang paling hebat yang terekam dalam sejarah.
            Ledakan Krakatau telah melemparkan batu-batu apung dan abu vulkanik dengan volume 18 kilometer kubik. Semburan debu vulkanisnya mencavai 80 km. Benda-benda keras yang berhamburan ke udara itu jatuh di dataran pulau Jawa dan Sumatera bahkan sampai ke Sri Lanka, India, Pakistan, Australia dan Selandia Baru.
            Letusan itu menghancurkan Gunung Danan, Gunung Perbuwatan serta sebagian Gunung Rakata dimana setengah kerucutnya hilang, membuat cekungan selebar 7 km dan sedalam 250 meter. Gelombang laut naik setinggi 40 meter menghancurkan desa-desa dan apa saja yang berada di pesisir pantai. Tsunami ini timbul bukan hanya karena letusan tetapi juga longsoran bawah laut.
            Tercatat jumlah korban yang tewas mencapai 36.417 orang berasal dari 295 kampung kawasan pantai mulai dari Merak (Serang) hingga Cilamaya di Karawang, pantai barat Banten hingga Tanjung Layar di Pulau Panaitan (Ujung Kulon serta Sumatera Bagian selatan. Di Ujungkulon, air bah masuk sampai 15 km ke arah barat. Keesokan harinya sampai beberapa hari kemudian, penduduk Jakarta dan Lampung pedalaman tidak lagi melihat matahari. Gelombang Tsunami yang ditimbulkan bahkan merambat hingga ke pantai Hawaii, pantai barat Amerika Tengah dan Semenanjung Arab yang jauhnya 7 ribu kilometer.

·        Anak Krakatau


Anak Krakatau, dua tahun sejak awal terbentuknya. Foto diambil 12 atau 13 Mei 1929, koleksi Tropenmuseum.
            Mulai pada tahun 1927 atau kurang lebih 40 tahun setelah meletusnya Gunung Krakatau, muncul gunung api yang dikenal sebagai Anak Krakatau dari kawasan kaldera purba tersebut yang masih aktif dan tetap bertambah tingginya. Kecepatan pertumbuhan tingginya sekitar 20 inci per bulan. Setiap tahun ia menjadi lebih tinggi sekitar 20 kaki dan lebih lebar 40 kaki. Catatan lain menyebutkan penambahan tinggi sekitar 4 cm per tahun dan jika dihitung, maka dalam waktu 25 tahun penambahan tinggi anak Rakata mencapai 7.500 inci atau 500 kaki lebih tinggi dari 25 tahun sebelumnya. Penyebab tingginya gunung itu disebabkan oleh material yang keluar dari perut gunung baru itu. Saat ini ketinggian Anak Krakatau mencapai sekitar 230 meter di atas permukaan laut, sementara Gunung Krakatau sebelumnya memiliki tinggi 813 meter dari permukaan laut.
            Menurut Simon Winchester, sekalipun apa yang terjadi dalam kehidupan Krakatau yang dulu sangat menakutkan, realita-realita geologi, seismik serta tektonik di Jawa dan Sumatera yang aneh akan memastikan bahwa apa yang dulu terjadi pada suatu ketika akan terjadi kembali. Tak ada yang tahu pasti kapan Anak Krakatau akan meletus. Beberapa ahli geologi memprediksi letusan ini akan terjadi antara 2015-2083. Namun pengaruh dari gempa di dasar Samudera Hindia pada 26 Desember 2004 juga tidak bisa diabaikan.

Anak Krakatau, Februari 2008
            Menurut Profesor Ueda Nakayama salah seorang ahli gunung api berkebangsaan Jepang, Anak Krakatau masih relatif aman meski aktif dan sering ada letusan kecil, hanya ada saat-saat tertentu para turis dilarang mendekati kawasan ini karena bahaya lava pijar yang dimuntahkan gunung api ini. Para pakar lain menyatakan tidak ada teori yang masuk akal tentang Anak Krakatau yang akan kembali meletus. Kalaupun ada minimal 3 abad lagi atau sesudah 2325 M. Namun yang jelas, angka korban yang ditimbulkan lebih dahsyat dari letusan sebelumnya. Anak Krakatau saat ini secara umum oleh masyarakat lebih dikenal dengan sebutan "Gunung Krakatau" juga, meskipun sesungguhnya adalah gunung baru yang tumbuh pasca letusan sebelumnya.